Jumat, 03 Juli 2015

Dimanfaatkan orang lain

Apa yang sedang hatimu rasakan malam ini?

Kalo aku, aku sedang merasa ada yang sedikit mengganjal di hati. Semoga dengan menulis ini, perasaanku menjadi lebih enak.

Pernah gak merasakan kalo kita di manfaatkan oleh orang lain?
Itulah yang aku rasakan sekarang. Fiiuuhh...

Katanya, sebaik-baik orang adalah yang banyak bermanfaat untuk orang lain.
Trus bedanya dengan di manfaatkan orang lain itu apa??
Mungkin bedanya ada di suku kata depan kata "manfaat". Yaitu kata "ber" dan "di".

Kalo "ber"manfaat untuk orang lain, sepertinya artinya adalah orang tersebut melakukan sesuatu hal dengan tulus ikhlas. Ibarat memberi tanpa mengharap balasan. Melupakan hal baik yang telah di lakukan sama orang lain tersebut.

Sedangkan "di"manfaat kan, sepertinya artinya adalah:
1. Orang tersebut melakukan sesuatu hal yang sebenarnya ada sedikit keterpaksaan di dalamnya, bisa karena suatu keadaan, bisa juga karena ingin mendapat citra/image, bisa juga karena mengharap apa yang dia lakukan akan di balas hal yang kurang lebih sama, dari orang yang sudah dia kasih manfaat tersebut.
2. Bisa juga atas dasar berkorban atas dasar cinta, tapi begitu sudah tidak cinta atau tidak mendapat cinta kembali, merasa itu di manfaatkan.

Trus apa sih yg sekarang aku rasakan kok merasa dimanfaatkan oleh seseorang atau bahkan dua orang teman?
Pada awalnya segala sesuatu hal yang udah aku berikan untuk orang lain, aku udah ikhlaskan. Tapi yang namanya berteman, ada saat-saat di mana aku juga butuh bantuan mereka. Walaupun tidak berupa materi atau uang. Misalnya menemani saat mengurus surat2 atau menemani saat harus ke dokter. Tapi saat aku butuh mereka, mereka ga ada buatku :( . Padahal hampir 90% saat orang tersebut butuh bantuanku, butuh pinjaman uang, butuh support, aku berusaha untuk selalu membantu. Pun kadang tanpa di minta (pake curhat sih dianya), jadi dengan kesadaran dan tulus ikhlas aku bantu.

Tapi saat aku butuh mereka, kenapa mereka tidak ada?? huaaa...
Pantaskah aku merasa di manfaatkan?
Atau aku hanya salah memilih teman?
Atau aku yang belum bisa ikhlas untuk bermanfaat untuk orang lain?
Entahlah....

Yang pasti sejak saat ini, menghadapi orang-orang tsb, saat aku butuh pertolongan, aku sudah skip mereka dari daftar. Ini sebagai teguran, bahwa Allah lah tempat meminta pertolongan. Biarlah Allah yang mengirimkan "malaikat" Nya untuk menolongku. Bisa teman sendiri ataupun orang yang mungkin bukan siapa-siapa.

Tetaplah berbuat baik
Tetaplah bermanfaat untuk orang lain
=Dengan Ikhlas= Karena Allah

Trus gimana aku menghadapi orang-orang yang membuatku merasa di manfaatkan tsb?
Tetaplah berteman. Ketika teman kita butuh pertolongan kita lagi, tanyakan kepada hati. dengarkan perasaan, apakah aku ikhlas? kalo sekiranya ragu bahkan tidak ikhlas. Lebih baik tolak halus. Untuk menghindarkan ku dari rasa "seperti pahlawan" yang menolong mereka.  Padahal kalo toh aku bisa membantu mereka, itu juga karena Allah. Allah lah yang menjadikan ku "Malaikat" Nya untuk menolong mereka. Semoga ini mencegahku dari rasa sombong. Amiin...

#katahatiku


Tidak ada komentar:

Posting Komentar